Hari ini dosen literaturku, miss yeni memberikan tugas yang cukup berat, yaitu mengidentifikasikan sebuah poem. hikss
Seperti biasa, anak-anak dikelas langsung riweuh dan hebring membicarakan puisi karya siapa yang akan mereka identifikasikan, termasuk saya juga kebingungan sendiri
antara mengerti dan tidak mengerti. :-p Tapi hal itu tidak lantas membuat saya menjadi patah semangat dalam mengerjakan tugas dari beliau, walaupun sampai sekarang saya belum menyelesaikan tugas ini, karna ternyata pocket oxford dictionary yang saya miliki tidak lengkap
*ya iyalahhh*
Actually…Saya membutuhkan oxford dictionary yang besar dan lengkap
jadi saya masih harus bersabar sampai saya bisa membelinya atau sabar menunggu pinjaman
hiihhiih
Oya …untuk tugas kali ini, saya menjatuhkan pilihan pada poem karya robert frost.
Robert Frost merupakan salah satu poet favorit dosen literaturaturku, miss yeni. Saya memilihnya bukan semata-mata hanya karna robert frost merupakan poet favorit dosen saya, tapi lebih dikarenakan ada salah satu poem karya robert yang membuat saya jatuh hati, yaitu poem karya robert yang berjudul The road not taken.
Hmm..saya juga gak tau kenapa, mugkin karna saya juga pernah mengalaminya ;D
Kembali pada poem karya robert frost ini, kalau dibaca sekilas, saya bisa sedikit menangkap pesan apa yang ada dalam poem ini,
itulah kenapa waktu liat sekilas saya langsung jatuh hati, well …let see the poem….
The Road Not Taken
by: robert frost
Two roads diverged in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
To where it bent in the undergrowth;
Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;
Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,
And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.
Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.
I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence:
Two roads diverged in a wood, and I—
I took the one less traveled by,
And that has made all the difference.
************
“ I took the one less traveled by,
And that has made all the difference“
Ini bait yang paling menyentuh menurut saya
, dalam puisi tersebut penulis dihadapkan oleh dua jalan yang bercabang, awalnya ia bingung jalan mana yang akan ia ambil, sangat tidak mungkin jika dia harus melewati kedua jalan tersebut secara bersamaan, setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia memilih jalan yang menurutnya lebih grassy.. dan ternyata pilihannya itu membuat segalanya menjadi berbeda.
Begitu pula dalam hidup ini, terkadang kita akan dihadapkan oleh dua pilihan sulit, dan yang perlu diingat, saat kita sudah mengambiil satu pilihan kita tidak akan bisa mengambil pilihan yang lain. Itulah kenapa , dalam menentukan sebuah pilihan yang tepat dalam hidup, kita harus benar-benar memikirkannya dengan matang, jangan sampai memilih hanya karna pilihan tersebut lebih grassy.
Jujur saya akui, untuk memilih antara dua pilihan itu memang sulit
. Anyway, semua itu kembali kepada diri kita masing-masing. Tapi, akan lebih baik jika kita meminta bimbinganNya dalam menentukan pilihan tersebut. Dan juga bersabarlah & Ikhlaslah, semoga kita dapat memilih yang tepat dan terbaik bukan hanya untuk kita , tapi juga untuk orang-orang disekitar kita.
![]()
No related posts.




pilihlah sesuai dengan kata hati #grubak ^^
Ampuuuuun! Memaknai puisi indonesia aja saya gak bisa, apalagi inggris! >.<"
assalamu’alaikum hai cempaka..
sudah lama gak berjumpa..dimulai blog abuhanzhalah, kang-ian.info lalu kang-ian.com, saya sudah lama gak main kesini.. semoga masih bisa menjalin silaturahmi yang kemarin2 sempat terputus.. semoga sehat dan sukses selalu ya..salam dari saya
kang ian a.k.a papapnya arfa
ini blog baru saya